Menjadi petugas sensus atau survei di BPS menjadi sebuah pengalaman berharga bagi saya. Betul-betul pekerjaan yang penuh warna. Kita dituntut sabar. Sabar menghadapi responden yang apatis, sabar menanti responden pulang dari tempat kerja, sabar menghadapi tuntutan deadline..-Slamet, Mitra Statistik-
BPS memang sedang berusaha menjadi lembaga birokrasi yang lebih baik, bahasa kemenpan-nya sedang melakoni Reformasi Birokrasi. Bagi anda yang sering atau minimal pernah berkunjung ke kantor BPS Pacitan tentu bisa merasakan aura perubahan itu. Yang paling kentara dan bisa dibuktikan, ya yang sekarang sedang dilakukan. Rekrutmen Calon Petugas Sensus Ekonomi Secara Terbuka.. Perubahan lainnya? Banyak..
Rekrutmen calon petugas sensus atau survei secara terbuka sudah mulai dilakukan sejak Sensus Pertanian 2013 (ST2013) lalu, kemudian diikuti Survei Pendapatan Petani (SPP), Survei Penduduk Antar Sensus 2015 (SUPAS), Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) 2015. Yang agak sedikit berbeda mungkin gaung-nya. Kondisi itu sedikit banyak disebabkan begitu gencarnya pemberitaan mengenai Sensus Ekonomi 2016 melalui media cetak, elektronik bahkan media sosial. Apapun itu, tujuan utama dari open recruitment ini adalah memperoleh calon petugas Sensus Ekonomi 2016 yang berkualitas dan berintegritas.
5 Sikap Yang Harus Dimiliki Oleh Petugas Sensus atau Survei
Menjadi petugas sensus atau survei di Indonesia memang membutuhkan banyak kelebihan, hanya satu kelebihan yang tidak dibutuhkan..Anda pasti tahu kan? Ya, satu-satunya kelebihan yang sebisa mungkin tidak dipunyai oleh petugas sensus adalah (maaf) kelebihan berat badan he..he..
Di Indonesia kesadaran masyarakat tentang penting dan manfaatnya data statistik belum begitu tinggi, minimal tidak setinggi di negara-negara maju sana. Repotnya, kesadaran yang rendah tersebut menghinggapi hampir semua lapisan masyarakat. Mulai dari masyarakat kelas bawah sampai kelas atas. Dari masyarakat berpenghasilan rendah hingga masyarakat yang berpenghasilan tak terhingga. Bahkan dari masyarakat yang buta huruf sampai masyarakat yang melek huruf dan melek segalanya. Karenanya, kegiatan per-statistikan di Indonesia ini memberikan banyak tantangan kepada pelaku statistik di lapangan atau petugas lapangan.
Untuk bisa menyandang gelar atau sebutan petugas sensus/ survei berkualitas, anda harus memiliki 5 sikap berikut:
![]() |
| Sebuah Wawancara Dalam Kegiatan Sensus/Survei Harus Dilakukan Dalam Suasana Yang Hangat dan Cair |
Pertama, Kesabaran Tingkat Dewa.
Seperti yang disampaikan Mas Slamet di atas, memang butuh kesabaran ekstra (kalau sabar anda masih ada batasnya he..he..) mendatangi responden sensus atau survei. Sifat sabar memang salah satu modal utama bagi seorang surveyor bahkan profesi yang lain. Tidak heran, sekarang ini lagi tenar ungkapan " Yang Sabar Ya, Bos.."
Kedua, Ceriwis atau Banyak Bicara
Meskipun terdengar berlebihan, tapi memang begitulah faktanya. Ditengah-tengah umumnya responden yang pasif, seorang petugas survei harus pintar-pintar melakukan segala upaya untuk mencairkan suasana agar kekakuan dalam wawancara tidak terjadi. Salah satunya ya punya inisiatif dengan banyak bicara. Tidak mudah memang, tapi itu sudah keharusan..
Ketiga, Rasa Ingin Tahu Yang Tinggi
Survei atau sensus itu seperti investigasi. Bedanya sangat tipis. Persamaannya, sama-sama ingin mencari fakta lewat dataKarenanya, petugas survei harus punya rasa ingin tahu yang tinggi. Kalau bahasa sekarang mah kudu KEPO he..he.. Tapi dalam konotasi positif lho ya..
Keempat, Tidak Mudah Percaya Dengan Jawaban Responden
Mungkin anda bertanya-tanya kok bisa begitu? Kalau tidak percaya responden terus percaya sama siapa? Begini maksud saya, ini masih berkaitan dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya data statistik, seringkali kita menemui banyak masyarakat ketika ditanya tentang sesuatu yang berkaitan dengan kondisi ekonomi rumah tangganya, usahanya atau bahkan pendidikannya menjawab tidak apa adanya. Kadang ditutup-tutupi dengan bermacam alasan. Padahal bukan seperti yang diharapkan. Dengan kata lain, surveyor harus punya kemampuan seperti seorang detektif he..he..
Kelima, Mematuhi SOP
Ini adalah hal yang paling penting harus dimiliki oleh seorang Laskar Sensus. Standard Operating Procedure (SOP) sebuah kegiatan sensus/survei dibuat agar tujuan dari kegiatan tersebut bisa tercapai secara maksimal. Maka, hukumnya adalah wajib bagi seorang surveyor untuk mematuhi dan memenuhi SOP yang sudah ditentukan.
Bagaimana kawan? Sudahkah kalian memiliki kelima sikap tersebut sebagai seorang surveyor? Sepertinya, sudah ya..Good Job-lah kalau begitu
