Statistik Nawangan - Kalau ada survei yang ditujukan untuk mengetahui apa yang terjadi (baca: diperingati) pada setiap tanggal 26 September, maka hampir dipastikan kecil sekali prosentase responden yang mengetahui dengan pasti jawabannya. Kasihan sekali ya, yang merasa memiliki/ memperingati hari itu he..he..
Pada setiap tanggal 26 September diperingati minimal 4 hal. Dalam lingkup nasional, pada tanggal tersebut di peringati sebagai Hari Statistik. Sementara di lingkup internasional, Hari Tuli, Hari Kontrasepsi dan Hari Bahasa Eropa merupakan beberapa hal yang diperingati. Dalam tulisan ini, saya mencoba menulis tentang Hari Statistik. Harapannya, tentu saja, agar Hari Statistik semakin dikenal banyak lapisan masyarakat. Syukur-syukur banyak yang memperingatinya. Tidak cuma kami-kami dan mereka-mereka yang berkutat dengan statistik saja yang mengenal dan memperingatinya he..he..
Sejarah Kegiatan Statistik di Indonesia dan Hari Statistik Nasional
Kantor Statistik, pertama kali didirikan oleh Department Van Lanbouw, Nijverheid en Handel (Departemen Pertanian, Kerajinan dan Perdagangan) pada bulan Februari 1920 di Bogor. Kantor ini diserahi tugas untuk mengolah dan mempublikasikan data statistik terutama yang berkaitan dengan bea dan cukai. Pada bulan September 1924 nama lembaga tersebut diganti menjadi Centraal Kantoor Voor de Statistiek (CKS atau Kantor Pusat Statistik) dan dipindahkan ke Batavia. Kantor Pusat Statistik, selain mencakup bidang administrasi mencakup juga bagian yang menangani Urusan Umum, Statistik Perdagangan, Statistik Pertanian, Statistik Kerajinan, Statistik Konjungtor, Statistik Sosial. Produk perundang-undangan yang dihasilkan pada waktu itu diantaranya adalah Volkstelling Ordonnantie 1930 (Staatsblad 1930 Nomor 128) yang menjadi dasar pelaksanaan Sensus Penduduk pada tahun 1930, dan Statistiek Ordonnantie 1934 ( Staatsblad Nomor 508) tentang kegiatan perstatistikan.
Pada tahun 1942, pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada Jepang. Dengan demikian CKS beralih ke pemerintahan militer Jepang, dan kegiatannya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang (data militer). Nama CKS diubah menjadi Shomubu Chosasitsu Gunseikanbu dan bernaung di bawah Gubernur Militer (Gunseikanbu).
Setelah Indonesia merdeka, KAPPURI (Kantor Penyelidikan dan Perangkaan Umum Republik Indonesia) merupakan lembaga baru yang dibentuk pemerintahan Sukarno-Hatta yang bertugas menangani kegiatan statistik. Lembaga ini di pimpin oleh Abdul Karim Pringgodigdo. Kemudian beberapa kali sempat berubah nama menjadi Kantor Pusat Statistik pada tanggal 12 Juni 1950, dan berubah lagi menjadi Biro Pusat Statistik pada tanggal 1 Juni 1957.
Untuk memenuhi rekomendasi PBB agar setiap negara anggotanya menyelenggarakan sensus penduduk secara serentak, Pemerintah RI mengundangkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus sebagai pengganti Volkstelling Ordonnantie 1930.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan bagi penyusunan perencanaan Pembangunan Semesta Berencana, pada tanggal 26 September 1960 Pemerintah RI mengundangkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik sebagai pengganti Statistiek Ordonnantie 1934. Undang-Undang tersebut secara rinci mengatur penyelenggaraan statistik dan organisasi Biro Pusat Statistik.
Presiden RI pada Agustus 1996 menetapkan tanggal diundangkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik tersebut sebagai ”Hari Statistik”. Alasannya, bahwa kelahiran Undang-Undang tersebut merupakan titik awal perjalanan BPS dalam mengisi kemerdekaan di bidang statistik yang selama ini diatur berdasarkan sistem perundang-undangan kolonial. Kemudian, Pemerintah RI menetapkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 6 dan 7 Tahun 1960.
Tujuan Penetapan Hari Statistik Nasional
Penetapan hari Statistik Nasional dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran statistik bagi para responden, produsen dan konsumen data agar dapat memberdayakan secara maksimal. Sehingga, data statistik yang merupakan kebutuhan penting dalam perencanaan pembangunan nasional bisa didapatkan.
Semoga...
Semoga...